{"id":11538,"date":"2026-06-09T04:27:11","date_gmt":"2026-06-09T04:27:11","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11538"},"modified":"2026-06-09T04:27:12","modified_gmt":"2026-06-09T04:27:12","slug":"tim-global-coach-fellowship-program-dorong-maybrat-jadi-pilihan-awal-implementasi-aksi-pengorganisasian-masyarakat-adat-dalam-penanganan-stunting-berbasis-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/06\/09\/tim-global-coach-fellowship-program-dorong-maybrat-jadi-pilihan-awal-implementasi-aksi-pengorganisasian-masyarakat-adat-dalam-penanganan-stunting-berbasis-komunitas\/","title":{"rendered":"Tim Global Coach Fellowship Program Dorong Maybrat Jadi Pilihan Awal Implementasi Aksi Pengorganisasian Masyarakat Adat Dalam Penanganan Stunting Berbasis Komunitas"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; <\/strong>Tim global coach fellowship program di pimpin Prof. Dr. Sepus Fatem, M.Sc, drg Rosaline Krimadi, MPH , dr maria P Kartika, M.Sc melaksakanan kegiatan assessment dan pengorganisasian komunitas Masyarakat adat di kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah tanggal 3-5 Juni 2026. Kegiatan dilakukan melalui kolobarasi bersama Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, Dinas Perlindungan Anak, Perempuan dan Keluarga Berencana, Bappeda Kabupaten Maybrat serta Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Badan Pengarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya dan Fakultas Kehutanan UNIPA.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839447-700x400.jpg?v=1780978820\" alt=\"\" class=\"wp-image-11539\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Pertemuan Awal Tim Global Coach Fellowship Program yang berasal dari Fakultas Kehutanan UNIPA, BP3OKP Papua Barat Daya, bersama Kepala Distrik dan masyarakat di Kampung Ayata, 3 Juni 2026.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dilaksanakan dengan mengangkat tema besar \u2018\u2019 Dengar Cerita Dari Kampung\u2019\u2019 dan Sub Tema \u2018\u2019 Penanganan Stunting berbasis Komunitas Melalui Adaptasi dan Mititasi Perubahan Iklim, Peningkatan Ketrampilan Literasi-Numerasi, Ekonomi kreatif, Ketahanan pangan dan konservasi sumberdaya alam\u2019\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita sengaja mengajak semua pihak, baik OPD di Tingkat kabupaten Maybrat, Masyarakat Adat di Kampung, Tokoh Perempuan dan Tokoh Adat dalam rangka mendorong kolaborasi mewujudkan pengembangan kampung sehat, kampung cerdas dan kampung produktif. Saat ini sudah harus merubah paradigma pembangunan dari single actor ke multiaktor. Sudah tidak bisa kerja sendiri, harus bermitra, karena kita terbatas\u2019\u2019 ungkap Prof Sepus Fatem, M.Sc akademisi UNIPA sekaligus sebagai salah satu tim global coach program di sela kegiatan pembukaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Kabupaten Maybrat merupakan salah satu kabupaten dengan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi. Kabupaten ini didorong oleh tim global coach fellowship program sebagai salah satu lokus kegiatan intervensi di provinsi Papua Barat Daya.<br>Kegiatan diawali dengan pertemuan bersama tokoh kunci yakni tokoh masyarakat adat, pimpinan gereja dan kepala distrik, masyarakat di kampung Ayata, bersama kepala kampung sekitar di wilayah Ayata, OPD teknis terkait bersama Tim Global Coach. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka menyeragamkan dan mempersatukan persepsi dalam rangka mendorong proses pembentukan kampung sehat, kampung cerdas dan kampung produktif. Sebagai kabupaten yang masih dalam tahap pembangunan untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Maybrat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839441-700x400.jpg?v=1780978866\" alt=\"\" class=\"wp-image-11540\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Tim Pokja Papua Sehat dari BP3OKP Papua Barat Daya, drg. Rosaline Krimadi, M.Ph sedang memberikan materi tentang penanganan stunting, Kesehatan ibu dan bayi bagi Masyarakat dan OPD di sela-sela kegiatan di kampung Ayata, 4 Juni 2026.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dimulai dengan diskusi oleh team bersama tokoh kunci. Diskusi difokuskan bagaimana mendukung upaya penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Kerjasama didorong agar kerja yang dilakukan secara bersama. Penanganan stunting memiliki hubungan erat dengan peran OPD lainya dan kekuatan modal sosial yang ada pada masyarakat adat. Sekitar 80 orang baik siswa\/I yang berasal dari SD, SMP di wilayah Ayata hadir dalam sesi pemberian makan tambahan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Maybrat diawal kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839432-700x400.jpg?v=1780978905\" alt=\"\" class=\"wp-image-11541\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Siswa\/I SD YPPK Santo Petrus Ayata, yang hadir untuk menerima Makanan Tambahan sebagai bagian dari upaya penuruan Stunting oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Maybrat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIT dengan sesi pembukaan singkat, doa oleh pastor Paroki, sambutan oleh Distrik Aifat Timur Tengah. Setelah penyajian materi oleh Tim dari BP3OKP Provinsi Papua Barat Daya dan dipandu oleh Tim UNIPA. Hadir dalam sesi pembukaan kepala dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Maybrat, kepala Dinas Kesehatan Maybrat yang diwakili oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Kabupaten Maybrat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839435-700x400.jpg?v=1780978959\" alt=\"\" class=\"wp-image-11542\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Arahan Prof. Dr. Sepus Fatem, dari Tim Kolaborasi Kampung Sehat, Kampung Cerdas dan Kampung Produktif di Kabupaten Maybrat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun materi yang disajikan antara lain : Mendorong dan menciptakan Ayata sebagai Kampung Sehat di Kabupaten Maybrat, materi ini mencakup tata layanan bagi ibu hamil dan anak. Fokus materi dan diskusi yakni penananganan stunting berbasis komunitas, yang dipaparkan oleh dr Rosaline Krimadi. Menurutnya bahwa penanganan kasus stunting termasuk Kesehatan harus berbasis pada keluarga. Keluarga memiliki peran penting yang sangat kuat dan nyata, dalam membantu pemerintah daerah untuk penanganan stunting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ditahap pertama, kita tidak harus berharap pada pemerintah ketika berbicara penanganan stunting, harus dimulai dari keluarga dulu. Misalnya sumber pangan dan asupan gizi, harus dimulai dari keluarga dengan membangun dan membuat kebun pangan keluarga. Di kampung pasti ada sayur, pasti ada daging, pasti ada air dari sungai, sekarang bagaimana kita mau memulai untuk istri kita yang sedang menjalani masa kehamilan? Lalu peran bapak-bapak saat istri hamil, apakah menemani ke puskesmas untuk diperiksa oleh kader, suami bantu masak dan cuci pakaian, antar anak ke sekolah? Ini bagian yang harus dikerjakan oleh bapak-bapak sebagai suami,&#8221; ujar Koordinator Pokja Papua Sehat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan berlangsung dengan baik mendapat dukungan dan appreasiasi dari warga kampung dan Masyarakat. Kegiatan berlangsung penuh canda dan tawa karena terjadi interaktif antara narasumber dan satu pasangan suami istri yakni Frans Kamat dan Salomina Sasior. Kedua pasangan suami istri diundang tampil ke depan. Keduanya diajak berdialog bersama narasumber tentang kehidupan pribadi mereka terutama sang ibu yang sedang menjalani masa kehamilan. Dari dialog interaktif yang penuh canda memberikan makna dan menjelaskan tanggungjawab secara internal oleh setiap suami atau laki-laki untuk berperan dalam penanganan stunting melalui dukungan yang penuh kepada istri saat hamil dan menuju masa masa persalinan kelak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839438-700x400.jpg?v=1780979013\" alt=\"\" class=\"wp-image-11543\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Prof. Dr. Sepus Fatem, M.Sc, Ketua Tim Kolaborasi Aksi Bersama Menyampaikan Komitmen Bersama Para Pihak Untuk Deklareasi Kampung Sehat, Cerdas dan Produktif di Kabupaten Maybrat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu dilanjutkan dengan materi peningkatan ketahanan pangan dan adaptasi mitigasi perubahan iklim yang dibawakan Prof Sepus Fatem. Menurutnya, Ayata dan distrik Aifat Timur Tengah secara fungsi hutan berada pada zona lindung dan zona konservasi. Ini memberikan manfaat ekologi dan sosial bagi Masyarakat adat untuk tetap mempertahankan berkebun, mempertahankan kawasan hutan, memanfaatan hasil bukan kayu dan kayu untuk mendukung ketahanan pangan. Ketika hutan di jaga dengan baik, maka supplay sumber pangan seperti sayur, daging buruan dan air akan tersaji dengan baik. Banjir dan longsor akan terjadi namun perkampungan, jalan dan jembatan tetap terjaga karena fungsi ekologis tidak terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perubahan iklim tetap akan terjadi dari waktu ke waktu, namun masyarakat harus tetap percaya bahwa wilayah Ayata dan Aifat Timur Raya sangat kaya potensi sumberdaya alam,&#8221; jelas Prof. Dr Sepus M Fatem, S.Hut., M.Sc akademisi Universitas Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi lain yang disampaikan oleh Tim BP3OKP Papua Barat Daya berupa mengali dan mendorong ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi sumberdaya local di Kampung Ayata oleh Herman Tubur, SP., MSi selaku perwakilan gugus tugas Papua produktif di BP3OKP Papua Barat Daya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839423-700x400.jpg?v=1780979064\" alt=\"\" class=\"wp-image-11544\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Sambutan Kepala Distrik Aifat Timur Tengah Ignasius Asem, S.Sos., sekaligus membuka kegiatan.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah penyajian materi dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesuai mekanisme yang diatur, maka semua tim dan pimpinan OPD focus menyerap dan mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat adat. Diskusi cukup menarik dan memperoleh banyak pertanyaan dan juga ungkapan harapan dari masyarakat demi kemajuan wilayah Ayata dan Aifat Timur Raya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Prof. Fatem, tercatat 26 isu dan usulan Masyarakat adat dalam rangka pembangunan wilayah Ayata Raya, Aifat Timur Raya yang harus dibenahi dan dikerjakan oleh pemerintah daerah, Provinsi dan pusat. Cakupannya antara lain: pembangunan sarana prasarana jalan dan jembatan, peningkatan Kesehatan, ekonomi, pendidikan, sumberdaya alam. Salah satu yang paling utama, sering dibahas oleh setiap peserta kegiatan adalah ketersediaan jalan yang memadai guna mendukung sarana transportasi barang dan jasa, termasuk pelayanan kesehatan dan pembangunan pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pertemuan tersebut, semua masyarakat dan kepala kampung, kepala distrik meminta dengan tegas agar ruas jalan Kampung Kahrio menuju Aifta Timur Jauh perlu segera dibenahi pembangunannya. &#8220;Kami sangat tertinggal jauh dengan wilayah lain\u2019\u2019 ungkap Tomas Aitebo, tokoh adat dari Kampung Ayata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu generasi Muda Ayata Bernama Yulius Sasior mengatakan bahwa masyarakat Ayata sudah sangat paham dinamika pembangunan yang ada , sehingga berharap bahwa semua yang dibicarakan dapat direalisasikan secara bertahap.<br>Hal yang menarik bahwa sambil pelaksanaan terjadi interaksi yang erat antara Masyarakat adat dan tim pemerintah daerah Kabupaten Maybrat, BP3OKP Papua Barat Daya dan UNIPA. Masyarakat sepakat bahwa persoalan kesehatan, khususnya stunting perlu ditangani secara bersama dan dimulai dari komunitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839422-700x400.jpg?v=1780979113\" alt=\"\" class=\"wp-image-11545\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Tim Kolaborasi Bersama Lintas OPD, BP3OKP PBD, Fahutan UNIPA, Kepala Dinas Pendidikan Maybrat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Maybrat, Kabid Pelayanan Kesehatan Mewakili Kadis Kesehatan Maybrat, Kepala Distrik, Tokoh Gereja dan Masyarakat Dalam Penyampaian Komitmen Tindak Lanjut, Kegiatan Pendampingan dan Penguatan Masyarakat Untuk Penanganan Stunting Berbasis Komunitas di Kampung Ayata distrik Aifat Timur Tengah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhir kegiatan ini telah menyatakan komitmen bersama yang ditandatangani oleh semua pihak, baik pemerintah daerah, Kepala OPD, Kepala Distrik, Tokoh Adat, Pimpinan Agama, Kepala Kampung Ayata, Aikus, Frambu, Tim, Tim BP3OKP Papua Barat Daya dan UNIPA. Adapun Komitmen bersama tersebut antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendukung Kebijakan dan Program Kampung Sehat, Kampung Cerdas dan Kampung Produktif di Kampung Ayata sebagai Cikal Bakal di Kabupaten Maybrat.<\/li>\n\n\n\n<li>Meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat dan Provinsi Papua Barat Daya untuk mencanangkan Kampung Ayata sebagai cikal dan bakal kampung sehat, kampung cerdas dan kampung Produktif di Kabupaten Maybrat pada Agustus 2026 melalui koordinasi dan kolaborsi lintas OPD.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung upaya pencegahan stunting berbasis komunitas di kabupaten Maybrat melalui peran lintas OPD ditingkat Kabupaten Maybrat maupun Provinsi.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong dan meminta Deklarasi bersama untuk menolak Stigma Wilayah AIFAT Timur Raya sebagai \u2019\u2019 Wilayah Merah\u2019\u2019 . Karena berdampak menghambat pembangunan yang diprogramkan di wilayah Aifat Timur Raya. Deklarasi ini akan dilaksanakan pada Agustus 2026.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong dan menerima saran masukan maupun pertanyaan pada kegiatan tanggal 4-5 Juni 2026, terkait pembangunan di wilayah Aifat Timur Raya untuk dibahas bersama Bupati Tambrauw dan Gubenur Papua Barat pada Juli 2026.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung Upaya BP3OKP PBD dan TIM UNIPA dalam mendorong Kolaborasi Pembangunan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan di Wilayah Kab Maybrat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi akhir diskusi, di tutup dengan sambutan kepala distrik Aifat Timur Tengah, foto bersama dan penyerahan komitmen tindak lanjut yang dibacakan oleh Tim Global Coah Fellowship Program, Prof. Dr. Sepus Fatem, M.Sc mewakili Tim dan Masyarakat kampung Ayata sebagai sasaran kegiatan. Pernyataan komitmen ini ditandatangani bersama dan menjadi rujukan bersama dalam rangka pelaksanaan kegiatan kick off dan deklarasi, pencanangan kampung Sehat, Kampung Produktif dan Kampung cerdas, pada bulan Agustus 2026 di kampung Ayata.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000839425-1-700x400.jpg?v=1780979178\" alt=\"\" class=\"wp-image-11547\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar Foto Bersama Siswa\/I Kelas 3, SD YPPK ST Petrus Ayata.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kepada semua Masyarakat di kampung Ayata, Kita harus merebut kesempatan, ini waktunya untuk menunjukkan kepada semua pihak, bahwa orang Maybrat di wilayah Aifat Timur Raya cinta damai, cinta pembangunan dan siap mewujudkan upaya pencegahan stunting, kemiskinan ektrem, pemberantasan buta aksara, ekonomi poduktif, maupun pemanfataan sumberdaya alam secara berkelanjutan serta menciptakan Maybrat yang aman dan kondusif. Kami tak lupa berterimakasih kepada Bupati Maybrat dan Jajarannya, Kepala BP3OKP Papua Barat Daya, Pimpinan Gereja Katolik ST Andreas Ayata, Kepala Distrik, Kepala Kampung, Tokoh Masyarakat dan semua pihak yang mendukung kegiatan tahap awal ini,&#8221; ujar kepala distrik menutup sambutan di sesi akhir kegiatan .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatam penguatan dan pengorganisasian komunitas \u2018\u2019 dengar cerita dari kampung&#8221; dilaksanakan atas kolaborasi Tim Global Coach Fellowship Program , BP3OKP Papua Barat Daya, Tim Fakultas Kehutanan UNIPA, CISDI Jakarta dan Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Maybrat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; Tim global coach fellowship program&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11545,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"aioseo_notices":[],"views":24,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11548,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11538\/revisions\/11548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11538"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}