{"id":11418,"date":"2026-05-24T10:50:00","date_gmt":"2026-05-24T10:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11418"},"modified":"2026-05-24T10:53:57","modified_gmt":"2026-05-24T10:53:57","slug":"dari-pulau-bonyom-mgr-bernardus-serukan-perjuangan-menjaga-tanah-hutan-dan-martabat-orang-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/05\/24\/dari-pulau-bonyom-mgr-bernardus-serukan-perjuangan-menjaga-tanah-hutan-dan-martabat-orang-papua\/","title":{"rendered":"Dari Pulau Bonyom, Mgr. Bernardus Serukan Perjuangan Menjaga Tanah, Hutan, dan Martabat Orang Papua"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>FAKFAK, DetikPapuaNet\u2014 <\/strong>Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru, menyerukan ajakan moral kepada seluruh elemen masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta melindungi martabat manusia dan keutuhan Tanah Papua dalam perayaan syukur 132 tahun misi Katolik di Pulau Bonyom (Bonum), Kabupaten Fakfak, Sabtu (23\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam homilinya, Mgr. Bernardus menegaskan bahwa panggilan untuk bermisi bukan hanya milik para uskup, imam, biarawan-biarawati, atau pelayan Gereja, tetapi merupakan panggilan seluruh umat tanpa terkecuali.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cSiapa pun kita\u2014uskup, imam, biarawan-biarawati, diakon, pemerintah, DPR, MRP, tokoh adat, kaum muda maupun umat biasa\u2014kita semua adalah misionaris. Kita semua diutus,\u201d <strong>tegasnya di hadapan umat yang hadir.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Menurutnya, tugas perutusan itu harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui keberanian memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan terhadap kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mgr. Bernardus menyampaikan bahwa panggilan itu berarti setiap orang dipanggil untuk menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, membela martabat manusia, menghormati hak asasi manusia, merawat keutuhan ciptaan, menjaga hutan, menjaga tanah Papua, menjaga budaya Papua, dan menjaga kehidupan orang Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengingatkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada doa dan perayaan liturgi semata, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sosial masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cJangan takut bersuara benar. Jangan takut memperjuangkan keadilan. Takutlah hanya kepada Tuhan, karena Tuhan adalah sumber kehidupan kita,\u201d <strong>pesannya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Seruan itu juga ditujukan kepada para pemimpin pemerintahan, lembaga legislatif, tokoh adat, kaum muda, dan seluruh masyarakat agar tetap memiliki keberanian moral untuk berdiri bersama rakyat serta menjaga tanah Papua sebagai rumah bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir homilinya, Mgr. Bernardus mengajak seluruh umat untuk terus merawat warisan yang telah dititipkan Tuhan kepada orang Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cMari kita terus menjaga tanah, hutan, budaya, dan martabat manusia Papua. Karena Papua adalah tanah yang indah. Tanah yang diberkati Tuhan. Tanah yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga bersama,\u201d <strong>serunya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Bagi Mgr. Bernardus, perayaan 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua bukan sekadar mengenang sejarah masuknya Injil, melainkan momentum memperbarui komitmen bersama untuk melanjutkan semangat pelayanan, keberanian, dan pengorbanan yang telah diwariskan para misionaris di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menutup pesannya dengan mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga persaudaraan, merawat ciptaan Tuhan, dan terus menjadi saksi iman yang hidup bagi Papua hari ini dan masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FAKFAK, DetikPapuaNet\u2014 Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1,21,41,22,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog","category-lingkungan","category-papua-barat","category-pendidikan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":100,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11418"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11421,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11418\/revisions\/11421"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11418"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}