{"id":11407,"date":"2026-05-24T09:49:47","date_gmt":"2026-05-24T09:49:47","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11407"},"modified":"2026-05-24T09:49:48","modified_gmt":"2026-05-24T09:49:48","slug":"mgr-bernardus-bofitwos-baru-132-tahun-misi-katolik-di-tanah-papua-adalah-panggilan-melanjutkan-semangat-para-misionaris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/05\/24\/mgr-bernardus-bofitwos-baru-132-tahun-misi-katolik-di-tanah-papua-adalah-panggilan-melanjutkan-semangat-para-misionaris\/","title":{"rendered":"Mgr. Bernardus Bofitwos Baru: 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua adalah Panggilan Melanjutkan Semangat Para Misionaris"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>FAKFAK, DetikPapuaNet\u2014 <\/strong>Umat Katolik dari berbagai wilayah memadati perayaan syukur 132 tahun masuknya misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung penuh khidmat dan sukacita. Dalam momentum bersejarah itu, Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru, mengajak umat untuk menghidupkan kembali semangat para rasul dan para misionaris yang telah mewartakan Injil di Tanah Papua, di Pulau Bonyom (Bonum), Kampung Sekru, Kabupaten Fakfak, Sabtu (23\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/99379-700x400.jpg?v=1779615549\" alt=\"\" class=\"wp-image-11409\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Mgr. Bernardus Bofitwos baru,OSA<\/strong> (tengah) Foto bersama usai perayaan syukur 132 Misi Katolik di Tanah Papua. Sabtu (23\/5\/2026). <strong>Foto\/Yohanes Kossay. <\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam homilinya, Mgr. Bernardus menegaskan bahwa peringatan 132 tahun misi Katolik bukan sekadar seremoni atau mengenang perjalanan sejarah Gereja, melainkan momentum pembaruan iman bagi seluruh umat Katolik di Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPerayaan ini bukan sekadar mengenang masa lalu. Ini adalah peristiwa iman. Kita menghadirkan kembali semangat para pendahulu yang telah datang membawa Injil ke tanah Papua, dan kita dipanggil untuk melanjutkan semangat itu hari ini,\u201d <strong>ungkapnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dalam refleksinya, Uskup Bernardus mengangkat teladan Santo Petrus dan Santo Paulus sebagai dua tokoh utama Gereja perdana yang menjadi dasar kekuatan misi Gereja sampai saat ini. Menurutnya, Petrus menghadirkan teladan keberanian, kesetiaan, dan pertobatan, sementara Paulus menunjukkan semangat pengorbanan, militansi, dan totalitas dalam pewartaan Injil.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/99115-700x400.jpg?v=1779615856\" alt=\"\" class=\"wp-image-11410\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan bahwa semangat kedua rasul itu menjadi fondasi bagi karya para misionaris yang datang ke Papua, termasuk Pastor Cornelis Le Cocq d\u2019Armandville yang pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada 22 Mei 1894 untuk memulai misi Katolik.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPastor Le Cocq datang bukan untuk mencari kenyamanan. Ia datang karena panggilan perutusan. Ia meninggalkan negerinya, datang menembus laut, hutan, gunung, dan segala keterbatasan untuk membawa kabar sukacita Injil kepada masyarakat Papua,\u201d <strong>tuturnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Mgr. Bernardus juga mengenang para imam, suster, bruder, dan kaum awam misionaris dari berbagai kongregasi yang datang sesudah Pastor Le Cocq dan turut meletakkan dasar pertumbuhan Gereja Katolik di Papua melalui pelayanan pastoral, pendidikan, kesehatan, dan karya kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/101522-700x400.jpg?v=1779616091\" alt=\"\" class=\"wp-image-11411\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Paduan Suara<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam pesannya, ia menekankan bahwa seluruh umat beriman adalah misionaris yang diutus. Karena itu, semangat bermisi bukan hanya tugas para imam dan biarawan-biarawati, melainkan panggilan bersama seluruh umat, termasuk para pemimpin pemerintahan, tokoh adat, kaum muda, dan masyarakat umum.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKita semua adalah misionaris. Kita diutus untuk membawa kebenaran, memperjuangkan keadilan, menjaga martabat manusia, menjaga tanah, hutan, budaya, dan seluruh kehidupan di Papua,\u201d <strong>katanya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perayaan syukur 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua ditutup dengan suasana penuh syukur dan haru. Seluruh umat berdiri bersama menyanyikan lagu tentang kecintaan kepada Tanah Papua sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan Tuhan yang terus hidup dan bertumbuh di bumi Papua hingga hari ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FAKFAK, DetikPapuaNet\u2014 Umat Katolik dari berbagai wilayah memadati&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,34,45,41,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-kabar-papua","category-papua-barat","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":45,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11407"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11412,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11407\/revisions\/11412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11407"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}