{"id":11309,"date":"2026-05-12T01:37:48","date_gmt":"2026-05-12T01:37:48","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11309"},"modified":"2026-05-12T01:37:52","modified_gmt":"2026-05-12T01:37:52","slug":"sinergi-pemda-bersama-bi-dalam-penguatan-umkm-ekonomi-kreatif-dan-ekowisata-melalui-tcef-2026-di-papua-barat-daya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/05\/12\/sinergi-pemda-bersama-bi-dalam-penguatan-umkm-ekonomi-kreatif-dan-ekowisata-melalui-tcef-2026-di-papua-barat-daya\/","title":{"rendered":"Sinergi Pemda Bersama BI Dalam Penguatan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ekowisata Melalui TCEF 2026 di Papua Barat Daya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Sorong, Detikpapua.Net &#8211;<\/strong> Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si melaksanakan audiensi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat dalam rangka Strategic Regional Program (SRP) Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2026 di Papua Barat Daya. Pertemuan berlangsung di Kota Sorong, Ibukota Provinsi Papua Barat Daya pada Senin (11\/05\/2026).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1000790721-700x400.jpg?v=1778549478\" alt=\"\" class=\"wp-image-11310\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam materi pemaparannya, Dr. Sellvyana Sangkek menekankan bahwa penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan ekowisata merupakan strategi penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi ekonomi lokal yang sangat besar, meliputi pangan lokal, kerajinan budaya Papua, produk olahan hasil laut, kopi dan kakao lokal, serta potensi ekowisata berbasis konservasi alam dan budaya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1000788412-700x400.jpg?v=1778549490\" alt=\"\" class=\"wp-image-11311\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Namun demikian, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses pasar, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM), lemahnya branding produk, rendahnya digitalisasi usaha, keterbatasan legalitas usaha, dan akses pembiayaan yang belum optimal. Hasil kajian menunjukkan bahwa TCEF 2026 memiliki peran strategis sebagai instrumen penguatan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, sehingga TCEF 2026 tidak hanya menjadi agenda promosi ekonomi daerah, tetapi juga menjadi instrumen transformasi ekonomi Papua Barat Daya menuju pembangunan yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1000788405-700x400.jpg?v=1778549504\" alt=\"\" class=\"wp-image-11312\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8220;Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi ekonomi lokal yang sangat besar dan dapat menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi daerah. Namun, meskipun memiliki potensi besar, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Papua Barat Daya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan Akses Pasar, rendahnya Kapasitas SDM, lemahnya Branding Produk, keterbatasan Legalitas dan Serti\ufb01kasi, rendahnya Digitalisasi Usaha hingga keterbatasan Akses Pembiayaan,&#8221; papar Dr. Sellvyana.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan, Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2026 merupakan program strategis yang memiliki berbagai fungsi penting dalam pembangunan ekonomi Papua Barat Daya. Seperti media Promosi Produk Unggulan Daerah, penguatan Jejaring Kemitraan, peningkatan Kapasitas UMKM, percepatan Digitalisasi UMKM hingga penguatan Branding Papua Barat Daya. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sendiri, melalui Dinas Koperasi dan UKM mendukung penuh penyelenggaraan TCEF 2026 melalui berbagai program strategis diantaranya: Mobilisasi dan Kurasi UMKM, penguatan Produk Lokal Prioritas, penguatan Digitalisasi dan Pembiayaan serta pengembangan Event Tahunan Nasional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1000788395-700x400.jpg?v=1778549520\" alt=\"\" class=\"wp-image-11313\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ia pun mengusulkan beberapa agenda strategis yang bisa dilakukan oleh antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Bank Indonesia seperti pendampingan UMKM unggulan berbasis klaster, Inkubasi bisnis ekonomi kreatif dan ekonomi hijau, Pelatihan ekspor UMKM Papua Barat Daya, Pengembangan pusat promosi produk unggulan daerah, Pengembangan marketplace digital UMKM Papua Barat Daya, Penguatan koperasi modern berbasis digital serta Festival ekonomi kreatif berbasis kabupaten\/kota secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1000788366-700x400.jpg?v=1778549538\" alt=\"\" class=\"wp-image-11314\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8220;Strategic Regional Program (SRP) Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat promosi UMKM, digitalisasi usaha, pengembangan ekonomi kreatif, dan penguatan jejaring kemitraan ekonomi daerah. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Bank Indonesia menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sorong, Detikpapua.Net &#8211; Kepala Dinas Koperasi dan UKM&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"aioseo_notices":[],"views":16,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11315,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11309\/revisions\/11315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11309"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}