{"id":11112,"date":"2026-04-27T10:54:36","date_gmt":"2026-04-27T10:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11112"},"modified":"2026-04-27T10:54:39","modified_gmt":"2026-04-27T10:54:39","slug":"hut-ke-77-uskup-agung-merauke-didesak-ajukan-pengunduran-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/04\/27\/hut-ke-77-uskup-agung-merauke-didesak-ajukan-pengunduran-diri\/","title":{"rendered":"HUT ke-77, Uskup Agung Merauke Didesak Ajukan Pengunduran Diri"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAYAPURA, DetikPapuaNet\u2014 <\/strong>Sejumlah umat yang mengatasnamakan diri sebagai Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua menyampaikan surat terbuka bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-77 Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Senin (27\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam surat tersebut, umat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun disertai doa agar Uskup Agung Merauke senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan Gereja.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami menyampaikan selamat ulang tahun ke-77. Semoga senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam pelayanan,\u201d <strong>tulis mereka.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Namun demikian, dalam pernyataan yang sama, mereka juga menyampaikan kritik terbuka terkait usia kepemimpinan yang dinilai telah melampaui batas ketentuan dalam Gereja Katolik.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami merasa perlu menyampaikan secara jujur bahwa usia telah melampaui batas ketentuan dalam Gereja Katolik untuk pelayanan seorang uskup,\u201d <strong>demikian isi surat tersebut.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Mereka juga secara tegas meminta agar yang bersangkutan segera mengajukan pengunduran diri kepada Vatikan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami secara tegas meminta agar Bapa Uskup segera mengajukan pengunduran diri kepada Tahta Suci sebagai bentuk ketaatan pada aturan Gereja dan tanggung jawab moral terhadap umat,\u201d <strong>lanjut pernyataan tersebut.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Menurut mereka, dinamika pelayanan Gereja di Keuskupan Agung Merauke membutuhkan penyegaran serta kepemimpinan baru yang lebih kontekstual dengan situasi umat di Tanah Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cGereja membutuhkan pembaruan dan kepemimpinan baru yang lebih kontekstual,\u201d <strong>tulis mereka.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Selain itu, mereka juga menyuarakan harapan agar ke depan kepemimpinan Gereja dapat dipercayakan kepada imam asli Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cKami berharap kepemimpinan Gereja ke depan dipercayakan kepada imam asli Papua yang memiliki kedekatan historis, kultural, dan pastoral dengan umat setempat,\u201d <strong>tutur mereka.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Pernyataan ini, menurut mereka, bukanlah bentuk permusuhan, melainkan ekspresi keprihatinan dan kecintaan terhadap Gereja.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cIni adalah suara kritis umat yang mencintai Gereja dan menginginkan pertumbuhan yang sehat,\u201d <strong>tegas mereka.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh Stendlhy Dambujai dan Chris Dogopia atas nama Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, DetikPapuaNet\u2014 Sejumlah umat yang mengatasnamakan diri sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,34,21,43,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-lingkungan","category-papua-selatan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":23,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11114,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11112\/revisions\/11114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11112"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}