{"id":11104,"date":"2026-04-27T08:32:23","date_gmt":"2026-04-27T08:32:23","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11104"},"modified":"2026-04-27T08:32:27","modified_gmt":"2026-04-27T08:32:27","slug":"konferda-vi-wkri-manokwari-sorong-tegaskan-peran-perempuan-hadapi-perubahan-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/04\/27\/konferda-vi-wkri-manokwari-sorong-tegaskan-peran-perempuan-hadapi-perubahan-zaman\/","title":{"rendered":"Konferda VI WKRI Manokwari-Sorong Tegaskan Peran Perempuan Hadapi Perubahan Zaman"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SORONG, DetikPapuaNet\u2014<\/strong> Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-VI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Manokwari-Sorong pada 27\u201328 April 2026. Agenda lima tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan Katolik di tengah perubahan zaman, sekaligus mendorong regenerasi kepemimpinan dan penyusunan program kerja lima tahun ke depan. Kegiatan pembukaan Konferda ini berlangsung pada Senin, (27\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62677-700x400.jpg?v=1777278268\" alt=\"\" class=\"wp-image-11106\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) saat menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-VI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Manokwari-Sorong. Senin, (27\/4\/2026). <strong>Foto\/Yohanes Kossay. <\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketua Presidium DPP WKRI, Elly Kusumawati Handoko, menegaskan bahwa Konferda merupakan forum kaderisasi yang sangat penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi kepengurusan, tetapi juga wadah untuk melahirkan kader-kader perempuan Katolik yang siap mengambil peran strategis di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui proses ini diharapkan akan muncul kader-kader baru, pimpinan-pimpinan baru, bahkan anggota-anggota baru, khususnya perempuan muda usia 18 tahun ke atas, untuk bergabung dan berkontribusi,\u201d ujarnya kepada awak media.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan, perkembangan zaman menuntut organisasi perempuan Katolik untuk semakin adaptif, progresif, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat maupun gereja.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarapannya kegiatan organisasi akan semakin berdampak dan melahirkan karya-karya yang lebih nyata bagi masyarakat pada umumnya dan gereja pada khususnya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Elly menjelaskan bahwa konferda merupakan mekanisme organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun di seluruh Indonesia, dengan tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKonferensi daerah memutuskan tiga hal penting, yaitu pertanggungjawaban kepengurusan, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan pimpinan baru,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Presidium DPD WKRI Keuskupan Manokwari-Sorong masa bakti 2021\u20132026, Matelda Ribo, menyampaikan bahwa Konferda VI kali ini diikuti oleh 18 cabang yang tersebar di wilayah Sorong dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/62688-700x400.jpg?v=1777278304\" alt=\"\" class=\"wp-image-11107\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ketua Presidium DPD WKRl KMS, <strong>Matelda Ribo. <\/strong>Senin, (27\/4\/2026). <strong>Foto\/Yohanes Kossay. <\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cDengan berakhirnya masa bakti selama lima tahun, maka kami melaksanakan konferensi daerah sebagai forum tertinggi di tingkat DPD,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Matelda, seluruh tahapan persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari penyusunan materi sidang, pembentukan panitia pelaksana, hingga penjaringan calon pimpinan untuk periode selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemua tahapan sudah kami siapkan, baik panitia pelaksana, panitia dana, maupun panitia pengarah, termasuk proses pencalonan pimpinan baru,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak lagi mencalonkan diri karena telah menyelesaikan masa jabatan sesuai aturan organisasi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena sudah dua periode, saya tidak bisa lagi dicalonkan. Setelah laporan pertanggungjawaban diterima, maka kepengurusan akan demisioner dan dilanjutkan dengan pemilihan pimpinan baru,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Konferda VI WKRI Manokwari-Sorong mengusung tema: \u201cPeran Perempuan Katolik Menghadapi Perubahan Zaman serta Meningkatkan Solidaritas dan Kesejahteraan Bersama.\u201d Tema tersebut mencerminkan komitmen WKRI untuk terus memperkuat peran perempuan Katolik sebagai agen perubahan sosial, sekaligus mempererat solidaritas demi kesejahteraan bersama di tengah kehidupan bermasyarakat dan bergereja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan semangat kebersamaan dan regenerasi, Konferda VI diharapkan menjadi tonggak penting bagi lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa WKRI Manokwari-Sorong semakin aktif, relevan, dan berdampak bagi umat serta masyarakat luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SORONG, DetikPapuaNet\u2014 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) menggelar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,34,42,22,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11104","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-papua-barat-daya","category-pendidikan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":25,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11108,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11104\/revisions\/11108"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11104"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}