{"id":11006,"date":"2026-04-22T04:13:50","date_gmt":"2026-04-22T04:13:50","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=11006"},"modified":"2026-04-22T04:13:57","modified_gmt":"2026-04-22T04:13:57","slug":"tangis-di-ujung-pelayanan-perpisahan-mengharukan-jemaat-urbinasopen-dengan-pdt-terianus-hesegem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/04\/22\/tangis-di-ujung-pelayanan-perpisahan-mengharukan-jemaat-urbinasopen-dengan-pdt-terianus-hesegem\/","title":{"rendered":"Tangis di Ujung Pelayanan: Perpisahan Mengharukan Jemaat Urbinasopen dengan Pdt. Terianus Hesegem"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>RAJA Ampat, DetikPapuaNet\u2014<\/strong> Kampung Urbinasopen, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, langit tampak biasa. Namun suasana di halaman Gereja Immanuel Urbinasopen tidak demikian. Isak tangis pecah di antara ratusan jemaat yang berkumpul, mengantar kepergian seorang gembala yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka: Pdt. Terianus Hesegem. Momen haru ini terjadi pada Senin, 20 April 2026.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/53941-700x400.jpg?v=1776828521\" alt=\"\" class=\"wp-image-11009\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Jemaat GKI Immanuel Urbinasopen, saat beriringan mengantar Pdt. Terianus Hesegem. <strong>Foto\/Istimewa.<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Selama 1 tahun 3 bulan 19 hari, Pdt. Terianus Hesegem bukan sekadar pendeta bagi jemaat Immanuel Urbinasopen. Ia hadir sebagai saudara, orang tua, sekaligus sahabat yang menyapa dan melayani dengan penuh kasih. Maka ketika hari perpisahan itu tiba, yang tersisa hanyalah haru yang tak terbendung.<\/p>\n\n\n\n<p>Doa bersama menjadi penanda akhir kebersamaan itu. Dalam lingkaran sederhana, jemaat dan sang pendeta menundukkan kepala, menyerahkan perjalanan pelayanan berikutnya kepada Tuhan. Di balik kekhusyukan itu, tersimpan rasa kehilangan yang begitu dalam.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/53926-700x400.jpg?v=1776830879\" alt=\"\" class=\"wp-image-11010\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ungkapan terima kasih dan doa pun membanjiri media sosial. Jemaat menuliskan rasa syukur atas kebersamaan yang telah dilalui, seraya berharap Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai perjalanan Pdt. Terianus Hesegem dan keluarga ke tempat tugas yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penelusuran DetikPapuaNet, sejumlah video yang diunggah akun Facebook KA Let memperlihatkan suasana emosional saat perpisahan berlangsung. Tangisan jemaat pecah ketika sang pendeta berpamitan, menandakan kuatnya ikatan yang telah terjalin selama masa pelayanan. Seorang warganet menuliskan bahwa jemaat menjemput dengan baik dan mengantar pulang dengan baik, karena pelayanan yang ditinggalkan begitu berarti.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/53931-700x400.jpg?v=1776831066\" alt=\"\" class=\"wp-image-11015\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selama melayani di Urbinasopen, Pdt. Terianus Hesegem dinilai membawa dampak positif bagi kehidupan gereja. Ia aktif melakukan kaderisasi dan membina generasi muda sebagai calon pelayan jemaat. Kehadirannya tidak hanya sebagai pemimpin rohani, tetapi juga sebagai pembimbing yang menanamkan nilai kasih dan kebersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesan mendalam juga tergambar dari kesaksian jemaat yang mengenangnya sebagai pribadi rendah hati, penuh kasih, dan dekat dengan semua kalangan. Sapaan khas seperti \u201cmama sayang, bapa sayang, ade sayang, kakak sayang\u201d menjadi simbol kehangatan yang sulit dilupakan. Bagi mereka, ia adalah gambaran nyata seorang gembala yang mengenal domba-dombanya, dan sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/53934-700x400.jpg?v=1776831110\" alt=\"\" class=\"wp-image-11017\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kepergian Pdt. Terianus Hesegem meninggalkan luka sekaligus kenangan yang tak tergantikan. Ratusan jemaat mengantarnya hingga jauh, diiringi tangisan yang seakan enggan berpisah. Momen ketika ia dan keluarga perlahan meninggalkan tanah misi hingga menghilang di ujung pandangan menjadi simbol perpisahan yang begitu menyentuh hati.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/detikpapua.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/53935-700x400.jpg?v=1776831088\" alt=\"\" class=\"wp-image-11016\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cPengajaran baikmu akan kami kenang selamanya,\u201d tulis salah satu jemaat dalam unggahan yang disertai video perpisahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa ini bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan cerminan kuatnya hubungan antara gembala dan jemaat\u2014sebuah ikatan yang dibangun dari pelayanan tulus, kasih, dan pengabdian yang mendalam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RAJA Ampat, DetikPapuaNet\u2014 Kampung Urbinasopen, Distrik Waigeo Timur,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11007,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,42,31,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-papua-barat-daya","category-peristiwa","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":42,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11006"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11018,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11006\/revisions\/11018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11006"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}