{"id":10732,"date":"2026-04-10T05:31:00","date_gmt":"2026-04-10T05:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=10732"},"modified":"2026-04-10T05:31:04","modified_gmt":"2026-04-10T05:31:04","slug":"umat-katolik-papua-kirim-surat-terbuka-uskup-agung-merauke-dituding-abaikan-tanah-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/04\/10\/umat-katolik-papua-kirim-surat-terbuka-uskup-agung-merauke-dituding-abaikan-tanah-adat\/","title":{"rendered":"Umat Katolik Papua Kirim Surat Terbuka, Uskup Agung Merauke Dituding Abaikan Tanah Adat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAYAPURA, DetikPapuaNet\u2014 <\/strong>Seorang umat Katolik dari Keuskupan Jayapura, <strong>Soleman Itlay, <\/strong>melayangkan surat terbuka bernada keras kepada <strong>Uskup Agung Merauke, Petrus Canisius Mandagi,<\/strong> sebagai respons atas pernyataan kontroversial Uskup terkait aksi demonstrasi umat di gereja, Rabu, (8\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Surat terbuka tersebut berisi kritik tajam dan tudingan serius terhadap sikap dan pernyataan Uskup yang dinilai tidak berpihak kepada umat, bahkan dianggap melegitimasi perampasan tanah adat di Merauke.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat ditulis oleh<strong> Soleman Itlay <\/strong>sebagai umat Katolik Papua dan ditujukan langsung kepada Petrus Canisius Mandagi selaku Uskup Agung Merauke.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat ini ditulis pada 8 April 2026, sebagai respons atas pernyataan Uskup yang disampaikan pada Senin, 6 April 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan Uskup disampaikan saat peresmian <strong>Gereja Katolik Santa Maria Fatima Kelapa Lima di Merauke, Papua Selatan, <\/strong>dan kemudian menuai respons dari Jayapura.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Soleman<\/strong> menilai pernyataan Uskup yang menyebut aksi umat bermuatan politik dan uang sebagai tidak berdasar dan menyakitkan. Ia juga menuding adanya keberpihakan Gereja kepada penguasa dan korporasi dalam proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai mengancam tanah adat.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPernyataan Anda\u2026 adalah fitnah yang tidak dapat kami terima,\u201d <strong>tulis Soleman.<\/strong><br>\u201cAksi kami bukan digerakkan oleh uang\u2026 ini adalah perlawanan atas pengkhianatan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tanah memiliki makna fundamental bagi orang Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cTanah adalah Gereja yang hidup\u2026 lebih baik kami kehilangan gedung Gereja daripada kehilangan tanah adat.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Surat disampaikan secara terbuka sebagai bentuk perlawanan moral dan kritik terhadap kepemimpinan Gereja. Selain kritik, terdapat empat tuntutan utama, yakni <strong>menghentikan dukungan terhadap PSN, mencabut pernyataan yang dianggap menyesatkan, meminta maaf kepada umat, <\/strong>serta<strong> mendesak pengunduran diri Uskup Agung.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cJika Anda tidak mampu lagi berdiri bersama umat, maka Anda tidak lagi layak berdiri di atas umat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Surat ini juga menyoroti krisis kepercayaan antara umat dan pimpinan Gereja yang dinilai semakin melebar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAYAPURA, DetikPapuaNet\u2014 Seorang umat Katolik dari Keuskupan Jayapura,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10733,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,21,40,43,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-10732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-lingkungan","category-papua","category-papua-selatan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":38,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10732"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10734,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10732\/revisions\/10734"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10732"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}