{"id":10559,"date":"2026-03-28T09:52:04","date_gmt":"2026-03-28T09:52:04","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=10559"},"modified":"2026-03-28T09:52:09","modified_gmt":"2026-03-28T09:52:09","slug":"grand-opening-atraksi-budaya-di-rumah-etnik-papua-tampilkan-drama-musikal-hingga-bakar-batu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/03\/28\/grand-opening-atraksi-budaya-di-rumah-etnik-papua-tampilkan-drama-musikal-hingga-bakar-batu\/","title":{"rendered":"Grand Opening Atraksi Budaya di Rumah Etnik Papua, Tampilkan Drama Musikal hingga Bakar Batu"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>KABUPATEN SORONG, DetikPapuaNet\u2014<\/strong> Rumah Etnik Papua di Kabupaten Sorong akan menggelar <strong>grand opening<\/strong> atraksi budaya berupa drama musikal Papua pada 30 Maret, dengan target kunjungan sekitar 100 hingga 200 orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Keterangan ini disampaikam oleh Owner Rumah Etnik Papua, <strong>Mitshi Wanma, <\/strong>saat di temui di lokasi Rumah Etnik Papua Kabupaten sorong, Sabtu, (28\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cUntuk <strong>grand opening <\/strong>ini, kami menargetkan sekitar 100 sampai 200 pengunjung. Kami sudah menyebarkan brosur di titik-titik strategis seperti pelabuhan rakyat, marina, bandara, dan hotel-hotel,\u201d <strong>ujarnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Atraksi utama dalam kegiatan ini adalah drama musikal Papua yang mengangkat cerita rakyat, dengan durasi sekitar satu jam. Konsep pertunjukan tersebut disebut menyerupai pertunjukan tari kecak di Bali, di mana pengunjung dapat menyaksikan langsung pementasan budaya secara utuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain drama musikal, <strong>grand opening<\/strong> juga akan diramaikan dengan berbagai atraksi budaya dari sejumlah daerah di Tanah Papua, seperti tarian dari Kokoda, Lapago, hingga Raja Ampat, serta pertunjukan musik tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan fashion show busana adat dari beberapa suku, di antaranya dari Maybrat, Moi, Biak, Inanwatan, Kokoda, Lapago, dan Mepago. Atraksi bakar batu turut menjadi penutup rangkaian acara.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung pertunjukan tersebut, pihak pengelola telah menyiapkan fasilitas <strong>\u201cTribun Mini\u201d<\/strong> sebagai tempat bagi pengunjung untuk menyaksikan atraksi dengan nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mitshi<\/strong> menambahkan, setelah <strong>grand opening<\/strong>, pertunjukan budaya ini akan digelar secara rutin setiap hari pukul 17.00 WIT.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cPengunjung bisa datang setiap hari jam 5 sore. Tiket bisa dipesan langsung di lokasi maupun secara online melalui aplikasi Traveloka. Cukup tunjukkan barcode saat masuk,\u201d <strong>jelasnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Harga tiket ditetapkan sebesar <strong>Rp100<\/strong> ribu untuk wisatawan domestik dan <strong>Rp200<\/strong> ribu untuk wisatawan mancanegara, termasuk fasilitas snack. Khusus satu minggu pertama, pengunjung akan mendapatkan promo diskon 50 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, <strong>Mitshi<\/strong> menegaskan bahwa kehadiran atraksi budaya ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin menyaksikan budaya Papua secara langsung, tanpa harus menunggu event tertentu.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><br>\u201cBiasanya orang hanya bisa lihat atraksi budaya kalau ada event. Dengan adanya kegiatan ini, setiap hari pengunjung bisa datang dan menikmati budaya Papua di satu tempat,\u201d <strong>katanya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia berharap, program ini dapat menjadi peluang untuk mengembangkan sektor budaya sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda Papua.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cDengan kegiatan ini, kita bisa melestarikan budaya, membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak Papua sebagai penari dan pemain musik, sekaligus memperkenalkan budaya kita ke dunia,\u201d <strong>ujarnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan ini akan mendorong mereka untuk lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri di tengah pengaruh modernisasi.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cAnak-anak sekarang lebih banyak ke media sosial, tapi kalau mereka lihat ada peluang dari budaya, mereka akan mulai belajar dan mencintai budaya mereka sendiri,\u201d <strong>tambahnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Mitshi<\/strong> berharap kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Tanah Papua untuk mengembangkan atraksi budaya secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cHarapan kami ini bisa menjadi contoh, tidak hanya di Sorong, tapi juga di daerah lain seperti Raja Ampat dan Tambrauw, sehingga budaya Papua semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,\u201d <strong>tutupnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN SORONG, DetikPapuaNet\u2014 Rumah Etnik Papua di Kabupaten&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,1,42,39,22,50],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-10559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-blog","category-papua-barat-daya","category-pariwisata","category-pendidikan","category-sosial-budaya"],"aioseo_notices":[],"views":58,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10561,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10559\/revisions\/10561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10559"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}