{"id":10416,"date":"2026-03-15T08:27:48","date_gmt":"2026-03-15T08:27:48","guid":{"rendered":"https:\/\/detikpapua.net\/?p=10416"},"modified":"2026-03-15T12:04:12","modified_gmt":"2026-03-15T12:04:12","slug":"stop-sembunyi-di-balik-hak-prerogatif-advokat-abner-holago-kritik-praktik-kekuasaan-pejabat-papua-pegunungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/2026\/03\/15\/stop-sembunyi-di-balik-hak-prerogatif-advokat-abner-holago-kritik-praktik-kekuasaan-pejabat-papua-pegunungan\/","title":{"rendered":"Stop Sembunyi di Balik \u2018Hak Prerogatif\u2019! Advokat Abner Holago Kritik Praktik Kekuasaan Pejabat Papua Pegunungan"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cHukum harus menjadi panglima di Papua Pegunungan, bukan kemauan individu pejabat,\u201d <strong>ADV. Abner Holago, SH.<\/strong> (Advokat muda Papua Pegunungan).<\/p>\n<\/blockquote>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>WAMENA, DetikPapuaNet<\/strong>\u2014Penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) belakangan ini dinilai dipenuhi narasi yang menyesatkan. Sejumlah pejabat publik disebut kerap menggunakan istilah seperti \u201chak prerogatif\u201d, \u201cperintah atasan\u201d, maupun \u201cmasa transisi\u201d untuk membenarkan kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal ini disampaikan Advokat Abner Holago, S.H., di Wamena, Minggu (15\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Holago, penggunaan istilah tersebut sering dijadikan tameng untuk melegitimasi kebijakan yang berpotensi menabrak ketentuan hukum. Ia menegaskan bahwa dalam negara hukum, setiap kebijakan pejabat publik harus berlandaskan pada aturan perundang-undangan, bukan pada interpretasi kekuasaan yang keliru.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cHak prerogatif itu milik Presiden, bukan milik pejabat daerah. Jangan jadikan istilah itu tameng untuk melanggar hukum,\u201d tegas Holago.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, hak prerogatif secara konstitusional merupakan kewenangan yang melekat pada Presiden sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sementara itu, pejabat daerah seperti gubernur, bupati hingga kepala dinas menjalankan kewenangan yang dibatasi oleh undang-undang dan mekanisme administrasi pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Holago menilai penggunaan istilah \u201cprerogatif\u201d untuk membenarkan kebijakan seperti mutasi jabatan tanpa prosedur atau penerbitan izin tanpa mekanisme yang jelas dapat dikategorikan sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dalam administrasi pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cBirokrasi di DOB bukan kerajaan pribadi. Setiap keputusan pejabat harus tunduk pada undang-undang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa setiap pejabat pemerintahan wajib mematuhi Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Kepatuhan terhadap hukum, transparansi, serta kepastian administrasi merupakan prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan, termasuk dalam kondisi yang disebut sebagai masa transisi pemerintahan di daerah otonomi baru.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cAlasan \u2018perintah atasan\u2019 atau \u2018masa transisi\u2019 tidak bisa dipakai untuk membenarkan administrasi yang menabrak aturan,\u201d kata Holago.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Selain itu, ia menegaskan bahwa sebuah keputusan administrasi seperti Surat Keputusan (SK) hanya dapat dinyatakan sah apabila memenuhi syarat prosedural dan substansial. Jika prosedur dilanggar atau kewenangan digunakan tidak sesuai aturan, maka keputusan tersebut berpotensi dinyatakan batal demi hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Holago juga mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat atau aparatur sipil negara dapat menjadi objek gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cSetiap tanda tangan pejabat memiliki konsekuensi hukum. Jika melanggar aturan, kebijakan itu bisa digugat di PTUN. Tidak ada ruang bagi \u2018raja-raja kecil\u2019 dalam negara hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ia berharap penyelenggaraan pemerintahan di Papua Pegunungan dapat kembali berpegang pada prinsip negara hukum, di mana setiap kebijakan harus tunduk pada aturan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cHukum harus menjadi panglima di Papua Pegunungan, bukan kemauan individu pejabat,\u201d tutup Holago.<\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAMENA, DetikPapuaNet\u2014Penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[11,19,46,32],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-10416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hukum-kriminal","category-papua-pengunungan","category-pemerintahan"],"aioseo_notices":[],"views":99,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10416"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10417,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10416\/revisions\/10417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10416"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/detikpapua.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}